Valentino Rossi Merasa “Dilahirkan Kembali” Setelah Tes MotoGP Sepang 2013, dimana ia mampu menjadi pembalap tercepat ke tiga pada hari terakhir. Ia masih bisa membuktikan bahwa dirinya masih menjadi salah satu pembalap teratas, meski keunggulannya di masa lalu telah terkikis.
Setelah 2 tahun tanpa kemenangan di Ducati, Valentino Rossi berhasil meraih hasil instant pada timesheets dengan berada di papan atas pada tes Sepang, awal Februari kemarin.
Rossi merasa seperti terlahir kembali setelah kembali ke puncak timesheets.
“Saya lega dan sangat senang dengan tes pertama,” katanya kepada Motosprint.
“Saya bilang (terhadap diri sendiri) bahwa saya masih salah seorang pembalap top. Saya memiliki keraguan terhadap diri sendiri juga.”
“Saya bersama dengan pembalap terkuat di dunia, pembalap yang sedang berada di puncak karir mereka.”
“Saya merasa telah dilahirkan kembali. Saya tidak jauh dari mereka.”
Pembalap yang kini berusia 33 tahun tersebut mengakui bahwa bagaimanapun ia tidak lagi menikmati keuntungan di lintasan dalam hal persiapan dan strategi balapan.
“Saat race, duel side by side, selalu menjadi point kuat saya, namun sayangnya dikarenakan perubahan regulasi MotoGP, hal ini menjadi kurang penting dibandingkan beberapa waktu yang lalu,” ia menjelaskan.
“Hampir tidak ada strategi yang terlibat, tetapi murni hanya mengandalkan kecepatan. Sebelumnya anda bisa memenangkan race meskipun mungkin sedikit lebih lambat dari pesaing anda. Ada lebih banyak ruang untuk menciptakan sesuatu.”
“Katakanlah bahwa itu adalah keuntungan saya yang digunakan untuk memiliki kejayaan di masa lalu yang telah menjadi kurang penting sekarang.”
“Saya juga mengajarkan banyak hal kepada pembalap yang datang setelah saya untuk mengurus setiap detail agar sampai pada race dalam kondisi terbaik.”
“Jadi, hasil akhirnya adalah bahwa saya tidak memiliki keuntungan itu lagi.”
Meskipun The Doctor mengatakan telah kehilangan keuntungan masa lalunya, tetap ia menegaskan bahwa ia tidak akan menyerah dan tidak akan takut dengan usianya sekarang.
Saat ditanya apakah usia 30 tahun membuatnya redup dalam segala hal, ia menjawab : “Saya mebaca bahwa ‘pengalaman’ adalah guru terbaik, karena kita bisa belajar dari kesalahan masa lalu. Ini adalah sebuah kata yang bagus, dan itu adalah sangat tepat.”
“Kau tidak kehilangan banyak hal ketika tidak menjadi agresif, atau tidak mampu push hingga limit lagi karena takut.”
“Anda mencoba untuk mengurangi sedikit resiko di masa-masa sulit, sebagai contoh misalnya ketika hujan mulai turun dan kita sedang menggunakan ban slicks. Ada kecerobohan dari pembalap muda yang belum pernah jatuh secara serius, dan ini memberikan keuntungan”.
“Setelah mengalami itu dan jatuh dalam kondisi tersebut, mungkin saya sadar, saya ingat itu dan otak saya memberitahu saya untuk berhati-hati.”
“Mungkin anda kehilangan hal itu, tetapi menurut pendapat saya, saya tidak kehilangan apa-apa,” tutup Valentino Rossi.
Bagaimana bro dan sys semuanya? Setujukah dengan pendapat Valentino Rossi? Atau punya pendapat lain? Silahkan di share di kolom komentar…
Sumber : autosport




Pengalaman VS Agresifisme
Dengan skill yg sama, saya milih pengalaman.
Aalagi kalau skill nya sudah setingkat kang Rossi
Yoi mazbro..Rossi is back…
semoga makin agresif walau umur tak lagi muda
go gooooo
http://yudhadepp.blogspot.com/2013/02/satria-f-inovasi-telah-terhenti.html?m=1
Semoga saja…